pergi jauh

START

Ubahlah apa yang bisa kau ubah dan perbaiki apa yang bisa kau perbaiki.

Do not Stop!

“It does not matter how slow you go as long as you do not stop”

Tuhan selalu mengingatkan kita

Tuhan selalu mengingatkan kita

Sadarkah anda? bahwa tuhan selalu mengingatkan kita!.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 21 Desember 2008

Juara Sejati


suatu saat, di sebuah kota sedang diadakan lomba balap sepeda. suasana begitu sangat meriah karena pada hari itu adalah pertandingan final. Di babak final tersebut tinggal tersisa 5 orang pemain. salah seorang pemain tersebut bernama Adi yang kelihatannya orangnya biasa-biasa saja. Dan dari ke-5 pemain tersebut sepeda Adi terlihat yang paling jelek maklum sepeda balapnya model lama & sudah agak tua, dan beberapa anak menyangsikan kekuatan sepeda tersebut untuk berpacu dengan sepeda lawannya yang tergolong model terbaru. Namun Adi bangga dengan semua itu, sebab sepeda itu adalah sepeda kesayangannya yang merupakan hadiah ulang tahun dari kakeknya yang sudah tiada.

Tibalah saatnya pertandingan final akan segera dimulai, semua pemain memposisikan diri di arena pacunya masing-masing. Setiap anak sudah bersiap untuk memacu sepedanya. namun ketika peluit aba-aba hendak ditiup tiba-tiba Adi meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. matanya terpejam dan tanganya tertangkup. dan semenit kemudian ia berkata "Ya, aku siap".

Peluit pun dibunyikan, dengan hentakan yang kuat semua pemain menggenjot sepedanya sekuat tenaga. para penonton pun bersorak semangat memberi dukungan kepada masing-masing pemain yang dijagokan. akhirnya tali lintasan finish pun terlambai dan Adilah pemenangnya. Semua penonton bersorak begitu juga dengan Adi, ia mengucapkan doa dan bersyukur dalam hati.

saat pembagian piala tiba, sang panitia berkata pada Adi " Hai Jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan supaya kamu menang kan?". Adi terdiam, kemudian menjawab "Bukan, Pak, bukan itu yang kupanjatkan".
"sepertinya tidak adil untuk meminta pada Tuhan, untuk menolongmu mengalahkan orang lain, Saya hanya memohon kepada Tuhan supaya tidak menangis, jika aku kalah". Semuanya terdiam, dan sesaat kemudian terdengarlah gemuruh tepuk tangan dari para penonton.

-=-
Ternyata seorang anak-anak pun bisa bersikap bijaksana, Adi tidaklah memohon kepada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian, dia juga tidak memohon agar Tuhan mengabulkan semua harapannya. dia tidak berdoa untuk menang, Namun Adi berdoa agar ia diberi kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa agar diberi kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga.

Mungkin kita sering berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permiantaan kita. terlalu sering kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa agar Tuhan menyingkirkan semua halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal sebenarnya yang kita butuhkan adalah Bimbingan-Nya, tuntunan-Nya dan panduan-Nya.

Kita sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat.
kita sering lupa dan cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang ingin kita lalui? saya yakin Tuhan memberikan ujian yang berat bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah. Sesungguhnya, Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya yang saleh.

Rabu, 16 Januari 2008

Meninggalkan shalat

Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang
wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang
serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam duka cita
yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir
seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan
menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang
ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat
menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak
hidupnya. Ia melangkah terseret-seret mendekati
kediaman rumah Nabi Musa a.s.

Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam.
Maka terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk".
Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil
kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala
ia berkata, "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan
saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya."
"Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa as
terkejut. "Saya takut mengatakannya." jawab wanita
cantik. "Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi
Musa. Maka perempuan itupun terpatah bercerita, "Saya
......telah berzina." Kepala Nabi Musa terangkat,
hatinya tersentak.

Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya
pun......lantas hamil. Setelah anak itu lahir,
langsung saya....... cekik lehernya
sampai......tewas", ucap wanita itu seraya menagis
sejadi-jadinya. Nabi musaberapi-api matanya. Dengan
muka berang ia menghardik," Perempuan bejad, enyah
kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam
rumahku karena perbuatanmu. Pergi!"...teriak Nabi Musa
sambil memalingkan mata karena jijik.

Perempuan berewajah ayu dengan hati bagaikan kaca
membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan
melangkah surut. Dia terantuk-antuk ke luar dari dalam
rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia
tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia
tak tahu mau di bawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila
seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula
manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya
betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia
tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun
mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu
bertanya, "Mengapa engkau menolak seorang wanita yang
hendak bertobat dari dosanya?
Tidakkah engkau tahu
dosa yang lebih besar daripadanya?" Nabi Musa
terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar dari
kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?" Maka Nabi
Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada
Jibril.

"Betulkah ada dosa yang lebih besar dari pada
perempuan yang nista itu?" "Ada!" jawab Jibril dengan
tegas. "Dosa apakah itu?" tanya Musa kian penasaran.
"Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan
tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari
pada seribu kali berzina"
.

Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil
wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia
mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan
ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.

Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan
sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah
sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu
tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia
seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan
seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk
mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang
bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh
berarti masih mempunyai iman didadanya dan yakin bahwa
Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah
sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya.

Dikutip dari buku 30 kisah teladan - KH > Abdurrahman
Arroisy)

Dalam hadist Nabi SAW disebutkan : Orang yang
meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding
dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh
70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah
.

Dalam hadist yang lain disebutkan bahwa
orang yang
meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian
ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka
selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh
tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan
satu hari di akherat perbandingannya adalah seribu
tahun di dunia.

Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua
hadist Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita
dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat
dengan istiqomah.

Minggu, 13 Januari 2008

Orang yang pantang menyerah mendapatkan apa yang ia inginkan

Suatu hari Rasulullah SAW berkumpul dengan para sahabat,
saat itu beliau bercerita tentang 3 orang yang hendak pergi ke mesjid. ketiganya datang agak terlambat dan harus menerima kenyataan bahwa mesjid itu telah penuh.
bagaimana reaksi mereka?
orang pertama tanpa banyak basa-basi segera pulang karena menganggap dirinya tidak kebagian tempat
orang kedua segera masuk dan mendapatkan tempat duduk dibarisan paling belakang,
sedangkan orang yang ketiga memaksakan diri untuk masuk dan terus maju, hingga ia berhasil mendapatkan tempat yang paling depan.

Lalu Rasulullah bersabda "yang pertama adalah orang yang putus asa, hingga ia tidak mendapatkan apa-apa, yang kedua adalah tipe malu-malu, hingga ia mendapat sedikit. dan yang ketiga adalah tipe orang yang penuh harapan, bersemangat, pantang menyerah, hingga ia mendapatkan apa yang ia inginkan."

Lalu bagaimanakah dengan anda??

[dari tabloid Repuplika Dialog jum'at, 8 april 2005 hal 8, Managemen Qolbu, cerdas menghadapi tantangan]

met Tahun baru 2008 dan 1429H

Hei gimana kabar hari ini..
Tahun baru berarti harapan baru..
sekian lama blog ini dah terbengkalai ga di rawat karena suatu kesibukan jadi ga sempet ngenet, yah moga tahun ini lebih baik dari tahun lalu..

walaupun tahun baru sudah lewat tidak apa-apa terlambat yang penting kan tahunnya dah beda..

apa harapan anda di tahun ini?
sudah siapkah menghadapi tahun ini?

Let'Go hadapi tahun ini dengan percaya diri... kalau anda berpikir bisa anda pasti bisa..
lam sukses